Create an Account

Shopping cart

Close

No products in the cart.

HERBAL-hipertensi-kehamilan
Desember 12, 2018
Posted by

Hipertensi pada masa Kehamilan menjadi masalah komplikasi yang sangat  sering dialami oleh para Ibu.Menjaga kesehatan waktu hamil sangat krusial  agar bayi dan ibu mendapatkan nutrisi cukup.Salah satunya adalah dengan mengkontrol tekanan darahnya. 

Siklus terjadinya Hipertensi preeklampsia

Hipertensi Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, biasanya 20 minggu setelah masa kehamilan.

Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa ibu hamil tetap berisiko sebelum dan sesudah 20 minggu masa kehamilan. Hipertensi preeklampsia dapat terjadi  walaupun tidak ditemukan protein dalam urinnya.

Hipertensi pada masa kehamilan termasuk jenis darah tinggi berbahaya

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang menimpa ibu hamil akan sangat membahayakan baik kehamilan itu sendiri ataupun bagi bunda. Tekanan darah tinggi terjadi saat darah yang dipompakan oleh jantung mengalami peningkatan tekanan, sehingga terjadi tekanan dan  menghambat dinding arteri pada pembuluh darah.

Jaga kesehatan mencegah keracunan kehamilan

Darah tinggi yang terjadi pada masa kehamilan hamil merupakan jenis darah tinggi yang berbahaya, sebab  bisa menyebabkan preeklampsia di kehamilan atau disebut juga keracunan kehamilan. Meskipun terdapat banyak ibu dengan hipertensi melahirkan bayi yang sehat tanpa kurang suatu apapun, tekanan darah tinggi dapat sangat berbahaya bagi ibu serta janin yang pada kandungannya.

Resiko Hipertensi pada masa kehamilan

Tekanan darah tinggi selama kehamilan berisiko menyebabkan beberapa kondisi berikut:

  • Berkurangnya aliran darah ke plasenta. Bayi akan kekurangan oksigen dan nutrisi Jika plasenta tidak mendapatkan asupan darah yang cukup,. Akibatnya, pertumbuhan bayi melambat, berat badan menyusut, ataun berisiko lahir prematur. Prematuritas dapat menyebabkan masalah pernapasan bagibayi.
  • Solusio plasenta. , kondisi terlepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum persalinan. Preeklampsia meningkatkan risiko solusio plasenta. Solusio yang berat dapat menyebabkan perdarahan hebat serta kerusakan plasenta yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.
  • Kelahiran prematur. Karena alasan medis, kelahiran prematur perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa.
  • Penyakit kardiovaskular. Preeklampsia meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) dimasa mendatang. Risiko ini akan lebih besar bagi ibu hamil yang pernah mengalami preeklampsia lebih dari sekali atau pernah menjalani persalinan prematur. Untuk meminimalkan risiko ini, cobalah untuk menjaga berat badan ideal setelah melahirkan, konsumsi buah-buahan dan sayuran, olahraga secara teratur, dan hindari rokok.

Preeklampsia kadang-kadang muncul tanpa gejala. Tekanan darah tinggi sebagai gejala preeklampsia mungkin datang secara perlahan namun lebih sering menyerang tiba-tiba.

Kontrol tekanan darah rutin

Pastikan Anda selalu memantau tekanan darah selama masa kehamilan karena gejala awal preeklampsia umumnya adalah peningkatan tekanan darah. Cek tekanan darah dengan mengambil dua sampel dengan selang waktu 4 jam. Kisaran abnormal tekanan darah berada pada tingkat merkuri 140/90 milimeter (mm Hg) atau lebih.

Faktor Penyebab Hipertensi

Hipertensi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pola hidup yang kurang sehat, misalnya stress, mengkonsumsi makanan menggunakan garam yang berlebih, merokok, minuman beralkohol dan  kafein. Pola makan yang tidak sehat juga dapat menyebabkan timbuhan lemak yang berdampak dikelebihan berat badan selain itu, faktor keturunan pula ikut berperan.

Perbaiki pola hidup 

akan tetapi,hipertensi di kehamilan bisa dicegah melalui pola hidup yang sehat, seperti menghindari minuman yang beralkohol, serta kebiasaan merokok,serta pola makan yang sehat seperti mengonsumsi protein tinggi,  Atau anda pula mampu melakukan pengobatan secara alami tanpa membahayakan bayi anda menggunakan menggunakan obat herbal

Herbal untuk masa Kehamilan berbahan alami tumbuhan

obat-herbal-alami-s1
Obat Herbal Hipertensi 

Konsultasikan selalu kesehatan Ibu pada dokter,  namun pengunaan herbal sebagai makanan dan minuman pendamping penurun Hipertensi sangat baik karena tidak mengandung unsur kimia sehingga aman untuk ibu dan bayi.

Tags:

One Comment

  1. rusman

    Terima kasih infonya
    saya akan coba untuk mengontrol darah tinggi saya dan keluarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top